“Kami siap memfasilitasi data kependudukan dan membantu proses validasi agar tidak terjadi kesalahan pencatatan yang berdampak pada hak pilih warga,” ujar Emerentiana.
Meskipun angka bertambah, KPU Malaka mengakui tantangan administratif di lapangan seperti keterbatasan akses di beberapa desa terpencil, keterlambatan input data dari perekam lapangan, dan perubahan data kependudukan yang dinamis. Untuk mengatasi hal ini, KPU berencana memperkuat koordinasi teknis dengan Disdukcapil, menjadwalkan verifikasi lanjutan, serta mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat aktif melaporkan perubahan data.
Yuventus menegaskan, “Kami akan terus memperkuat mekanisme verifikasi dan membuka saluran pengaduan publik. Kualitas data pemilih adalah fondasi demokrasi yang sehat.”
Kenaikan jumlah terdata tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga cerminan perbaikan administrasi dan partisipasi masyarakat. Data pemilih yang semakin akurat membuka peluang penyelenggaraan pemilu yang lebih adil dan transparan, sekaligus memastikan hak politik warga terpenuhi.
