“Dosen-dosen setiap tahun diberikan anggaran agar kemampuan dan kompetensinya terukur. Kerja sama STPN juga sudah banyak, hampir setiap bulan ada dari pemerintah kabupaten karena mereka membutuhkan sumber daya di bidang tata ruang,”
Beberapa narasumber yang hadir dalam Simposium Nasional ini yaitu Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud Ristek, Muhamad Fajar Subkhan, yang turut mendukung proyek STPN menjadi sekolah politeknik.
Menurutnya STPN telah memenuhi persyaratan politeknik meliputi kurikulum, dosen, tenaga kependidikan, organisasi dan tata kerja, lahan, serta sarana dan prasarana.
Pada waktu yang sama, Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Keuangan Negera STAN, Agus Bandiyono, memberi masukan agar STPN berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan lembaga internasional untuk menyelenggarakan pendidikan sebagai politeknik.
Simposium Nasional yang mengangkat tema “Sinergi KAPTI-Agraria dalam Mendukung Transformasi STPN Menjadi Politeknik Agraria STPN dan Rekrutmen Jalur Ikatan Dinas” dimoderatori oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar. Turut hadir pulapara Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN; Ketua umum dan anggota KAPTI-Agraria; dan sejumlah taruna STPN.
