Guru menjadi orang yang mengingatkan ketika siswa mulai kehilangan fokus, memberi dorongan ketika semangat menurun, serta mengarahkan ketika peserta membutuhkan pemahaman lebih lanjut.
Di situlah pendidikan menemukan maknanya. Guru bukan hanya mengajar, tetapi berjalan bersama siswa. Bukan hanya menyampaikan teori, tetapi menunjukkan melalui sikap bagaimana sebuah tanggung jawab harus dijalankan.
Melalui LKTD, siswa dibekali pemahaman tentang kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, kerja sama dan jiwa melayani. Namun seluruh nilai tersebut membutuhkan proses agar benar-benar tumbuh menjadi karakter.
Dan proses itu tidak berjalan sendirian.
Ada guru yang mengawal. Ada guru yang mendampingi. Ada guru yang terus mengingatkan. Semua dilakukan agar siswa tidak hanya memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi mulai belajar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab atas dirinya, kelompoknya dan lingkungan di sekitarnya.
LKTD hari kedua akhirnya bukan hanya tentang siswa yang duduk mengikuti materi. Lebih dari itu, ada proses pendidikan yang berlangsung di antara guru dan siswa—sebuah proses untuk menanamkan keyakinan bahwa pemimpin yang baik bukanlah mereka yang paling banyak memerintah, melainkan mereka yang mampu memberi teladan, bertanggung jawab dan bersedia melayani.
