Romo Yonatas yang juga merupakan alumni seminari itu mengingatkan bahwa kecerdasan seorang pemimpin tidak boleh hanya diukur dari kemampuan akademik. Seorang pemimpin membutuhkan kecerdasan dalam bersikap, mengelola emosi, membangun relasi, mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
Karakter Dibangun dari Kebiasaan
Dalam materi tersebut, Romo Yonatas juga menyoroti pentingnya kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari pembentukan karakter. Para siswa diajak membangun pola hidup yang sehat, disiplin terhadap waktu, menjaga pola tidur dan makan, serta mampu mengelola pikiran, mental dan emosi.
Selain itu, peserta LKTD dibekali berbagai skill dasar kehidupan, mulai dari kemampuan mengatur waktu, mengelola keuangan, membangun pola hidup yang baik hingga memperkuat iman dan spiritualitas.
Untuk menggambarkan proses pembentukan pribadi, Romo Yonatas menggunakan analogi empat pilar. Nilai diibaratkan sebagai pondasi beton, kebiasaan sebagai batu bata, skill sebagai semen, sedangkan komunitas menjadi bagian yang memperkuat bangunan.
