“Saya mengapresiasi kegiatan peletakan batu pertama ini karena juga menjadi bagian dari pengembangan bakat dan minat anak, sehingga tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Ia juga menilai tenaga pendidik di SIT Darul Fikri Makassar telah memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Selain itu, sinergi antara yayasan, guru, kepala sekolah dan orang tua siswa dinilai berjalan dengan sangat baik.
“Guru-guru di sini telah memenuhi kompetensi dasar sebagai tenaga pendidik, dan sinergi antara yayasan, kepala sekolah, guru serta orang tua berjalan sangat baik,” tambahnya.
Achi bahkan merekomendasikan sekolah tersebut kepada masyarakat yang menginginkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam bagi anak-anak mereka.
“Sekolah ini sangat direkomendasikan bagi orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan islami. Kami berharap generasi islami yang kuat dapat lahir dari Darul Fikri,” tuturnya.
Selain prosesi peletakan batu pertama pembangunan kolam renang, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara SIT Darul Fikri Makassar dan MUI Sulawesi Selatan, penganugerahan Duta Muda MUI, serta pemberian penghargaan Nobel Parents yang berlangsung di Aula Sakinah SIT Darul Fikri Makassar.
