Agustinus menilai, kasus di SMAN Bateti menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan sekolah.
“Kasus Kepala Sekolah SMAN Bateti menjadi bukti lemahnya pengawasan dari dinas. Ini harus menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Agustinus menyatakan dukungan terhadap rencana Gubernur NTT, Melki Laka Lena, membentuk tujuh Kepala Cabang Dinas Pendidikan di sejumlah kabupaten. Menurutnya, kebijakan tersebut akan efektif apabila pejabat yang ditunjuk benar-benar menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, pendampingan, dan evaluasi terhadap sekolah.
“Kami mendukung upaya Gubernur Melki Laka Lena untuk pembukaan Kepala Cabang Dinas Pendidikan di tujuh kabupaten. Kepala cabang dinas harus menjalankan fungsinya dengan baik, terutama dalam membangun disiplin guru dan kepala sekolah serta meningkatkan mutu lulusan SMA/SMK, termasuk peningkatan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” katanya.
