Selain memperluas akses, Wakil Presiden juga menekankan pentingnya pembinaan dan pemetaan talenta sejak usia dini sehingga program beasiswa dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong lahirnya Gerakan Nasional Beasiswa Berdampak, yakni forum kolaboratif antarpenyelenggara beasiswa untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan tata kelola beasiswa sekaligus memperkuat kualitas layanan bagi para penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut, Wakil Presiden mendorong pembentukan forum koordinasi lintas sektor yang melibatkan lembaga beasiswa swasta, korporasi, dan lembaga internasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan program beasiswa sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Dewan Kehormatan AJBI, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem beasiswa nasional yang berkelanjutan.
“Kehadiran dan gagasan dari seluruh pihak pengelola beasiswa sangat berarti bagi kemajuan ekosistem beasiswa nasional yang sedang kita bangun bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi putra-putri terbaik bangsa,” ujar Prof. Fasli Jalal.
