Sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Sintang, Wila mengaku banyak belajar melalui proses organisasi. Menurutnya, PMKRI menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya kritis mahasiswa melalui kaderisasi, diskusi, pelatihan, hingga pengalaman lapangan.
“Di PMKRI kami belajar disiplin, tanggung jawab, berpikir kritis, komunikasi, serta bagaimana menjadi pemimpin yang melayani,” jelasnya.
Selain aktif di organisasi, Wila juga tetap fokus menjalankan tanggung jawab akademik, terlibat dalam kegiatan sosial, bekerja freelance, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan organisasi lain.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian generasi muda saat ini, seperti pendidikan, kesehatan mental, penyalahgunaan media sosial, pergaulan bebas, intoleransi, hingga rendahnya kepedulian terhadap lingkungan.
Wila menilai mahasiswa harus bersikap kritis namun tetap santun. Kritik, menurutnya, harus disampaikan berdasarkan data, logika, dan etika, tanpa menyerang pribadi.
Ia juga memberi motivasi kepada mahasiswa yang masih merasa minder atau takut memulai. Menurutnya, setiap orang pernah berada pada tahap belajar dan tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai bergerak.
“Percaya pada proses dan kemampuan diri sendiri,” pesannya.
