Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malaka yang selama ini dinilai konsisten mendukung berbagai program pendampingan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, maupun teknologi membuat pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di desa.
“Mengisi ruang kosong yang belum bisa dipenuhi pemerintah membutuhkan kerja sama semua pihak. Itu yang selama ini kami lakukan bersama masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan penutupan tersebut mengusung tema “Merangkai Harapan, Menutup Perjalanan”. Sebuah tema sederhana namun penuh makna. Sebab perjalanan boleh selesai, tetapi nilai-nilai pendampingan, kepedulian, dan pendidikan yang telah ditanam selama 26 tahun di tanah Malaka diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat.
Karena sesungguhnya, pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa lama program berjalan, tetapi dari seberapa banyak harapan yang berhasil ditinggalkan untuk generasi yang akan datang.
