“Perjuangan Kartini adalah cahaya yang harus terus kita jaga. Dari gelap menuju terang, itu adalah jalan yang kini ada di tangan kita,” ungkapnya penuh makna.
Upacara ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga perayaan nilai—tentang keberanian, kesetaraan, dan jati diri. Kain adat yang dikenakan bukan sekadar busana, melainkan identitas yang mengakar, mengingatkan bahwa kemajuan harus berjalan seiring dengan budaya.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Dalam kebersamaan yang hangat, halaman sekolah itu menjadi ruang lahirnya harapan. Dari Desa Barene, cahaya kecil terus dinyalakan—menjadi tanda bahwa semangat Kartini tetap hidup, tumbuh, dan akan terus menerangi generasi masa depan.
