“Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi keselamatan anak-anak. Kami sangat berharap ada tindakan cepat,” ujarnya.
Dengan jumlah 68 siswa yang masih aktif, kebutuhan akan gedung sekolah yang aman dan layak menjadi sangat mendesak. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan berisiko menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, respons pemerintah daerah menjadi sorotan. Wakil Bupati Malaka menunjukkan respons cepat setelah menerima link pemberitaan terkait kondisi SDN Tudus. Melalui pesan WhatsApp yang diterima media, ia menyampaikan, “Selamat pagi, terima kasih sudah kirimkan berita ini.
Saya masih di luar daerah, setelah kembali saya akan ke Tudus.”
Sementara itu, Kepala Dinas P&K Kabupaten Malaka hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi oleh media melalui pesan WhatsApp.
Warga sekolah kini berharap pemerintah segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk membangun kembali fasilitas pendidikan yang layak, demi menjamin keselamatan serta masa depan anak-anak di SDN Tudus.
