Opini

Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
penggelapan-motor-di-malaka-antara-kepercayaan-yang-dikhianati-dan-longgarnya-pengawasan-perbatasan
Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Kasus ini kembali membuka luka lama: lemahnya pengawasan di jalur perbatasan RI–RDTL. Motamasin, yang seharusnya menjadi pintu resmi lintas batas, selama ini dikabarkan memiliki banyak jalur alternatif alias jalan tikus yang dimanfaatkan untuk penyelundupan. Mulai dari bahan bakar minyak, hasil pertanian, hingga barang curian—semuanya bisa bergerak bebas tanpa pengawasan ketat.

Jika benar motor korban hendak diselundupkan ke Timor Leste, maka kasus ini bukan lagi sekadar kriminal personal, melainkan bagian dari mata rantai penyelundupan lintas batas. Hal ini sekaligus mencoreng wajah aparat penegak hukum yang dianggap belum mampu menutup rapat jalur ilegal di perbatasan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Kepercayaan Sosial yang Runtuh

Lebih dari sekadar kehilangan motor, kasus ini menyingkap masalah sosial yang lebih dalam: hilangnya rasa aman dalam relasi pertemanan. Korban ditipu bukan oleh orang asing, melainkan oleh teman yang dipercaya. Peristiwa ini menjadi refleksi bahwa kejahatan bisa muncul dari lingkaran terdekat, terutama ketika kepercayaan diperdagangkan demi keuntungan pribadi.

Exit mobile version