“Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu. Karena masalahnya adalah tembus ini baru kita bisa kerja yang lain,” lanjutnya.
Selain meninjau jembatan, Presiden juga menerima laporan terperinci mengenai kondisi pasca-banjir di Kabupaten Bireuen dan wilayah sekitar. Kerusakan infrastruktur lain seperti bendungan, tanggul irigasi, hingga area persawahan warga dilaporkan cukup signifikan.
“Jadi tadi dilaporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol. Nanti PU ya segera akan memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya. Petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan balik memperbaiki,” tegas Presiden Prabowo.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah ingin memastikan langkah rehabilitasi berjalan cepat, terukur, dan berpihak pada masyarakat yang paling memerlukan dukungan.
Dengan percepatan pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane dan perbaikan infrastruktur pendukung lainnya, pemerintah menargetkan jalur Bireuen–Takengon kembali pulih dalam waktu dekat, membuka kembali denyut ekonomi dan aktivitas masyarakat di Aceh bagian tengah.
