“Sejarah ribuan tahun membuktikan: negara hanya bisa berdiri kokoh bila memiliki kepolisian yang unggul,” imbuh Presiden Prabowo.
Dalam konteks global dan geopolitik, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya, sehingga kerap menjadi target berbagai ancaman dan gangguan dari luar. Oleh karena itu, peran Polri tidak hanya sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga kekayaan dan kedaulatan bangsa.
“Bangsa kita kaya, dan karena itu kita sering diganggu. Ini realitas dunia: yang kuat menindas yang lemah. Indonesia tidak boleh jadi lemah, tidak boleh ditindas, dan Polri adalah unsur penting untuk menjaga itu semua,” tegas Kepala Negara.
Upacara Hari Bhayangkara tahun ini berlangsung khidmat, dengan kehadiran para tokoh nasional, petinggi TNI-Polri, dan ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk merefleksikan peran strategisnya dalam pembangunan nasional dan perlindungan rakyat.
Presiden juga mengakhiri amanatnya dengan menyerukan semangat pembaruan Polri menuju lembaga penegak hukum yang modern, profesional, dan semakin berpihak kepada keadilan sosial.
