Indonesia selama bertahun-tahun menghadapi masalah krusial terkait agraria, mulai dari distribusi lahan yang tidak merata hingga konflik kepemilikan tanah yang seringkali berujung pada kekerasan.
Banyak wilayah pedesaan yang mengalami ketimpangan kepemilikan tanah, di mana sebagian besar tanah dikuasai oleh perusahaan besar atau individu-individu dengan kekuatan ekonomi, sementara petani kecil kesulitan mendapatkan akses terhadap tanah untuk bercocok tanam. Kondisi ini berkontribusi terhadap kemiskinan struktural di wilayah pedesaan.
Nusron Wahid diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam mengatasi ketimpangan ini melalui program redistribusi lahan yang berkeadilan.
Salah satu fokus utama dari Kabinet Merah Putih adalah memastikan bahwa reformasi agraria tidak hanya berhenti pada distribusi lahan, tetapi juga didukung dengan akses kepada sumber daya seperti teknologi, modal, dan pelatihan yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan tersebut secara produktif.
Program Prioritas Nusron Wahid
