WALHI NTT juga menilai bahwa dugaan pencatutan nama tokoh agama dan tokoh adat dalam SK tersebut semakin memperkuat kekhawatiran bahwa pengembangan proyek geotermal di sejumlah wilayah di NTT sejak awal sarat dengan persoalan dan penolakan masyarakat.
Karena itu, WALHI NTT kembali menegaskan sikapnya menolak pengembangan proyek geotermal di Lembata serta mendesak pemerintah untuk mengutamakan perlindungan ruang hidup masyarakat serta stabilitas sosial ekonomi warga di tengah krisis ekologis yang terjadi.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
“Jangan menambah kerentanan di tengah masyarakat yang sudah rentan,” tutup Gres.
