“Transformasi ini tidak bisa jalan sendirian. ATR/BPN butuh sinergi erat dengan IPPAT agar perubahan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan internal organisasi profesi seperti IPPAT. “Jika IPPAT solid dan sinergi dengan ATR/BPN berjalan baik, maka segala tantangan yang masih work in progress bisa kita pecahkan bersama,” lanjutnya.
Wamen Ossy menyampaikan apresiasi atas kontribusi PPAT, khususnya di Jawa Timur, dalam mendukung tertib hukum pertanahan. Ia menilai dedikasi PPAT membuat capaian pertanahan lebih nyata di lapangan.
“Bapak/Ibu PPAT bukan hanya mengurus administrasi, tetapi juga memastikan hak-hak masyarakat terlindungi. Peran ini sangat strategis dalam mewujudkan good governance pertanahan,” katanya.
Tak lupa, ia menyampaikan salam dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang menitipkan pesan tentang pentingnya memperkuat kolaborasi di tengah percepatan transformasi layanan.
Transformasi digital di sektor agraria kini menjadi bagian dari agenda besar reformasi birokrasi nasional. Melalui digitalisasi, pemerintah menargetkan pelayanan publik semakin inklusif, cepat, dan bebas dari praktik koruptif.
