Ia menyampaikan bahwa berdasarkan SIGMET, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20-25 knot pada ketinggian 10.000 dan 28.000 kaki, sementara pada ketinggian 35.000 kaki bergerak ke timur laut dengan kecepatan 5 knot dan ke tenggara dengan kecepatan 20 knot dengan intensitas yang meningkat.
Baca Juga : Kapten Rosi Pujiantoro Raih Pujian, Hadirkan Ruang Silaturahmi TNI–Jurnalis di Motamasin
BMKG melalui Meteorological Watch Office (MWO) memberikan informasi terkait pergerakan sebaran abu vulkanik. Laporan ini penting untuk mencegah insiden dan kecelakaan penerbangan akibat pengaruh debu vulkanik yang dapat mengganggu proses take off dan landing.
