“Kalau mereka gali, kita bisa ambil linggis untuk kita gali dan cek saja. Ini mereka hanya simpan saja. Kalau mereka gali berarti penahan ini bisa tahan lama dan kuat,” ungkap L.A.
Ia mengingatkan, kondisi struktur penahan yang diduga tidak kuat berpotensi berdampak terhadap bangunan ruang kelas yang berada sangat dekat dengan lokasi tersebut.
“Dengan kondisi penahan yang tidak kuat, curah hujan tinggi, maka tembok bangunan ini bisa rusak,” ujarnya.
Robohnya bagian struktur penahan tersebut menjadi fakta lapangan yang kini memerlukan penjelasan teknis. Sebab, struktur tersebut memiliki fungsi penting untuk menahan tekanan tanah dan melindungi bangunan sekolah dari potensi longsor.
Namun, dugaan mengenai tidak memadainya fondasi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kesalahan konstruksi sebelum dilakukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Agus, yang dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, membantah dugaan bahwa struktur penahan dibangun tanpa fondasi.
