“Kita harus memastikan bahwa koperasi tidak hanya berkembang secara institusi, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, koperasi bisa menjadi solusi utama dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa koperasi harus aktif dalam mendukung Gerakan Beli NTT dan One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta memperkuat jejaring pasar bagi UMKM di NTT.
Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih dan Swasti Sari: Strategi Masa Depan
Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Lambertus Tukan, menyambut baik gagasan sinergi ini. Ia menegaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya siap mendukung Koperasi Desa Merah Putih dengan berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan pemberdayaan anggota.
“Kami memiliki pengalaman selama 37 tahun dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan jumlah anggota lebih dari 205.854 orang dan aset mencapai Rp 1,19 triliun, kami siap berbagi strategi dan mendukung Koperasi Desa Merah Putih agar bisa berkembang pesat,” ungkap Lambertus.
