Saat ini, saluran sekunder di sisi kiri Bendung Benenain masih menyuplai air untuk sejumlah jaringan, yakni Sekunder BNM (Naimana), BFM (Forekmodok), BBT (Betun), BKL (Kletek), dan BLK (Lakekun).
Sementara di sisi kanan, distribusi air mengalir melalui jaringan Sekunder BBSK (Besikama), BLO (Lakulo), dan BLF (Loofoun).
Menurut Benny, kondisi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk mendukung pengolahan lahan dan produksi pertanian pada MT II.
“Sehingga, air irigasi yang tersedia perlu dimaksimalkan pemanfaatannya,” katanya.
Selain memaksimalkan penggunaan air, Benny juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran irigasi.
Ia mengingatkan agar saluran sekunder tidak dipenuhi sedimentasi maupun sampah yang dapat menghambat kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.
Benny juga meminta masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap jaringan irigasi guna mencegah adanya pembobolan atau pengalihan saluran secara liar.
Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengganggu distribusi air dan pada akhirnya merugikan petani lain yang juga membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
