Menurutnya, ketidakjelasan tersebut membuat masyarakat bingung dan terus mempertanyakan kepastian realisasi program yang telah disampaikan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Kapitan Meo, Anton Tuna, saat ditemui ReformaNews.com di kediamannya, Jumat (14/8/2026), membenarkan bahwa Dinas Nakertrans Kabupaten Malaka memang pernah melakukan sosialisasi di wilayahnya sekitar Mei 2026.
“Benar, waktu itu ada dua orang pegawai dari Dinas Nakertrans datang melakukan sosialisasi. Setelah itu kami diminta melengkapi berkas berupa KTP dan Kartu Keluarga. Semua berkas yang diminta sudah saya serahkan ke kantor dinas,” ujar Anton Tuna.
Ia mengatakan, masyarakat kini terus mendesaknya untuk mempertanyakan perkembangan program tersebut. Bahkan, upaya menghubungi pihak dinas melalui telepon beberapa kali dilakukan, namun belum mendapat respons.
“Dari masyarakat terus mendesak saya menanyakan kelanjutannya. Saya juga beberapa kali menghubungi pihak dinas, tetapi kadang telepon tidak direspons,” katanya.
