“Kami ingin membantu membersihkan kawasan wisata sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Gabriel.
Menurutnya, Desa Nangadhero memiliki potensi wisata yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola dan dijaga secara baik.
Kolam air panas alami dan kawasan pesisir Pantai Tanjung bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memiliki peluang untuk mendorong berkembangnya usaha masyarakat, mulai dari kuliner hingga kerajinan lokal.
Namun, potensi tersebut dapat kehilangan daya tarik apabila persoalan kebersihan tidak mendapat perhatian serius.
Karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar kawasan wisata, tetapi juga memasang papan edukasi tentang dampak membuang sampah sembarangan.
Papan tersebut menjadi pesan terbuka bagi setiap pengunjung bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata tugas pemerintah desa atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat mengganggu keindahan kawasan, menimbulkan bau tidak sedap, menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit, serta berpotensi mencemari air dan tanah.
