Salah seorang pengemudi mobil Avanza, Adri, yang ditemui Reformanews.com di lokasi mengatakan kemacetan di tanjakan Kali Fatuahu bukan lagi peristiwa baru. Menurutnya, hampir setiap hari kendaraan mengalami kesulitan melintas akibat kondisi jalan yang rusak parah.
“Di sini memang sering macet. Kendaraan, terutama yang bermuatan, sering tidak kuat naik tanjakan. Kami berharap pemerintah jangan tutup mata sebelum terjadi korban jiwa,” ujarnya.
Adri menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Atambua dan Betun. Hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi barang, hasil pertanian, hingga perjalanan warga, bergantung pada jalur tersebut. Karena itu, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dengan memperbaiki tanjakan Kali Fatuahu secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan sementara. Menurutnya, setiap hari yang berlalu tanpa perbaikan berarti mempertaruhkan keselamatan para pengguna jalan.
