Ia menjelaskan bahwa BUMDes Bitou tidak hanya hadir sebagai badan usaha desa, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang mampu membuka peluang baru bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki Desa Uabau, BUMDes diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan hasil produksi warga dengan pasar, sehingga roda perekonomian desa terus bergerak dan berkembang.
Menurut Agustinus Tere, keberadaan BUMDes menjadi semakin penting di tengah berbagai dinamika pembangunan desa, termasuk adanya penyesuaian dan pengurangan alokasi dana desa dari pemerintah. Kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi Pemerintah Desa Uabau untuk memperkuat sektor usaha produktif agar desa tidak hanya bergantung pada bantuan anggaran, tetapi mampu membangun kekuatan ekonominya sendiri.
“Kami menyadari bahwa ke depan desa tidak bisa terus bergantung pada dana desa. Dengan adanya penyesuaian anggaran, kami melihat BUMDes sebagai solusi untuk menciptakan kemandirian. Kalau BUMDes dikelola dengan baik, desa akan memiliki sumber pendapatan sendiri dan masyarakat pun akan merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkapnya.
