Di tengah geliat pembangunan yang terus berlangsung di berbagai wilayah, warga Raakfau berharap mereka tidak luput dari perhatian. Sebab bagi masyarakat pedesaan, jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan jalur kehidupan yang menghubungkan hasil kerja keras petani dengan pasar, serta menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih baik.
Akibat kerusakan yang semakin parah, sebagian warga bahkan terpaksa berjalan kaki untuk melewati ruas jalan tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani, pelajar, maupun masyarakat yang membutuhkan akses transportasi setiap hari.
Warga menyebut terdapat sedikitnya dua titik kerusakan yang menjadi perhatian utama, yakni pada ruas jalan penghubung Dusun Uarau A menuju Dusun Raakfau dan titik longsor di depan rumah Marselinus Hale yang juga berdampak pada beberapa rumah warga lainnya.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin meluas. Mereka meminta agar perbaikan akses jalan tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun ini demi mendukung aktivitas masyarakat dan memperlancar perputaran ekonomi desa.
