Selain memperkuat hubungan emosional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah perbatasan RI–RDTL. Di tengah tantangan alam dan keterbatasan, kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.
Di Motamasin, panen jagung hari itu bukan hanya soal hasil bumi. Ia adalah simbol persatuan, gotong royong, dan harapan yang terus tumbuh—bahwa di ujung negeri sekalipun, Indonesia tetap kuat karena rakyat dan TNI berjalan bersama.
