Kemampuan melakukan export pitching turut dilatih. Melalui presentasi tersebut, peserta diharapkan dapat menyampaikan keunggulan produk, kapasitas usaha, harga, serta bentuk penawaran secara lebih terstruktur kepada calon buyer.
Konsep yang dibangun dalam pelatihan adalah buyer-ready, yakni UMKM tidak sekadar memiliki produk, tetapi juga siap ketika kesempatan bertemu calon pembeli muncul.
Menuju Business Matching Oktober
Tahapan berikutnya akan diarahkan pada business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada Oktober mendatang.
Para peserta diharapkan membawa hasil pembelajaran dari bootcamp ke forum tersebut. Target pasar yang lebih spesifik, materi penawaran yang siap digunakan, dan rencana tindak lanjut menjadi bagian yang perlu dipersiapkan sebelum bertemu calon mitra.
Melalui rangkaian pembinaan tersebut, BI NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan mitra lainnya berupaya menciptakan ekosistem yang dapat membantu UMKM memperluas pasar.
Penguatan kapasitas pelaku usaha diharapkan berjalan seiring dengan upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan begitu, peluang ekspor tidak hanya berhenti pada potensi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui hubungan bisnis yang lebih konkret dan berkelanjutan.
