Tim kedua akan membawa dua kendaraan logistik dan satu pengemudi.
Dengan pola tersebut, Undana tidak menempatkan mahasiswa hanya sebagai penerima informasi bencana, tetapi sebagai bagian dari respons kemanusiaan yang terstruktur.
Posko dan Bantuan Mulai Bergerak
Dukungan terhadap operasi kemanusiaan juga datang dari internal kampus.
Undana mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta pada hari pertama. Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.
Pada saat yang sama, solidaritas sivitas akademika juga mulai terkumpul.
Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, Rekening Resmi Solidaritas UndanaPeduli mencatat dana sebesar Rp53,5 juta.
Selain bantuan dalam bentuk uang, Posko Utama Undana menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, serta minyak tolak angin.
Bantuan tersebut menunjukkan bahwa respons kampus tidak berhenti pada keputusan administratif, tetapi mulai diterjemahkan dalam bentuk dukungan konkret.
