Mahendra juga memberikan pesan kuat kepada panitia dan pemerintah daerah agar pembinaan atlet tidak hanya terfokus di kota, tetapi merambah ke kabupaten dan kecamatan. Ia menekankan pentingnya pemerataan agar talenta-talenta muda dari desa juga bisa mendapat panggung yang layak.
“Kalau bisa turnamen seperti ini diselenggarakan juga di kabupaten-kabupaten. Supaya pembinaan berjalan merata, dari kota sampai desa,” tuturnya.
Kehadiran Mahendra dan pemain-pemain profesional lainnya di turnamen ini menjadi magnet tersendiri yang memacu semangat generasi muda untuk menekuni olahraga voli. Ini menjadi bukti bahwa NTT tidak hanya punya potensi, tetapi juga peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat kekuatan bola voli nasional.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat, sponsor, dan pemerintah daerah, besar harapan bahwa EIS Cup ke depan akan menjadi turnamen unggulan di kawasan timur Indonesia dan menjadi wahana regenerasi atlet-atlet voli berprestasi dari NTT.
