“Sejak 2017, kita telah meningkatkan hubungan kita menjadi Kemitraan Strategis Khusus, yang didasarkan pada nilai-nilai bersama seperti demokrasi, hak asasi manusia, dan ekonomi terbuka. Kemitraan ini meliputi berbagai sektor, termasuk pertahanan, hubungan luar negeri, perdagangan, dan pembangunan infrastruktur, yang masing-masing berkontribusi terhadap kesejahteraan kedua negara serta stabilitas kawasan,” jelas Menteri AHY.
Dalam acara ini, Charge d’Affaires ad interim, Kedutaan Besar Republik Korea, Park Soo-deok, menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat Kemitraan Strategis Khusus antara Indonesia dan Korea.
“Tahun ini menandai 51 tahun hubungan diplomatik yang solid, dan kita akan terus memperkukuhnya untuk 50 tahun ke depan. Kehadiran Pak Menteri sebagai Tamu Kehormatan mewakili Indonesia sangat berarti bagi kami, mengingat juga kenangan baik kami dengan ayahnya, Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), yang memperkuat hubungan ini,” ujar Park Soo-deok.
Dalam acara tersebut, Menteri AHY didampingi oleh Pembina Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) ATR/BPN, Annisa Pohan Yudhoyono, serta sejumlah Staf Khusus dan Tenaga Ahli di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
