“Kita semua, dari pemerintah hingga lembaga mitra, membutuhkan penguatan sinergi dan kolaborasi untuk memecahkan berbagai persoalan dasar di NTT. Tahun 2025 mendatang, akan ada upaya lebih masif untuk menangani kemiskinan dan stunting. Untuk itu, perlu kita satukan langkah untuk mencapainya,” kata Andriko.
Gerakan Kemanusiaan untuk Atasi Stunting
Pj. Gubernur NTT juga memperkenalkan program Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terintegrasi (GKP2ST) yang melibatkan berbagai pihak melalui model pentahelix.
Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di NTT dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, Pemprov NTT meluncurkan gerakan orang tua asuh yang melibatkan setiap perangkat daerah untuk membantu anak-anak dalam memenuhi kebutuhan gizinya.
“Pemerintah terus mendukung penanganan stunting dengan menyediakan bantuan berupa beras fortifikasi, daging ayam, dan telur,” ujarnya.
