“Kami memohon maaf karena bantuan ini sedikit saja. Namun, kami memberi dengan kekurangan yang kami punya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di Flores.”
Bagi Komunitas Literasi Kopi Malaka, aksi kemanusiaan tersebut bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari semangat komunitas untuk membangun kepedulian sosial.
Semangat itu terangkum dalam filosofi yang menjadi slogan komunitas: “Kopi untuk Rasa, Literasi untuk Bangsa.”
Kopi dimaknai sebagai ruang untuk membangun rasa, persaudaraan dan kebersamaan. Sementara literasi tidak hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kepedulian serta keberanian untuk mengambil bagian dalam persoalan kemanusiaan.
Dari secangkir kopi tumbuh rasa persaudaraan. Dari literasi tumbuh kesadaran untuk peduli terhadap sesama.
Melalui bantuan ini, Komunitas Literasi Kopi Malaka ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari keterbatasan pun, seseorang masih bisa berbagi dan menghadirkan harapan.
