“Faktor penyebabnya karena tiang penyangga keluar, padahal seharusnya berada di dalam. Sehingga saat air datang menghantam, tembok tidak kuat dan akhirnya roboh,” jelas Kepala Puskesmas Wekmidar.
Meski demikian, pihak puskesmas menyampaikan bahwa kontraktor pelaksana telah merespons kejadian tersebut dan siap melakukan perbaikan.
“Kontraktor sudah menurunkan bahan untuk mengganti dan memperbaiki tembok yang roboh,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Rabu, 11 Februari 2026, sejumlah bahan material berupa batu pecah sudah berada di area puskesmas dan terlihat adanya aktivitas pekerjaan ulang pada bagian tembok yang roboh.
Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek ini telah dikonfirmasi oleh media ini melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons resmi.
Robohnya tembok keliling ini tetap menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan publik yang seharusnya dibangun dengan standar kualitas dan keamanan yang tinggi.
