“Kami memohon agar segera dilakukan perbaikan permanen di dua titik jalan rusak tersebut. Ini menyangkut keselamatan dan kehidupan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Di usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat di wilayah perbatasan seperti Desa Renrua masih dihadapkan pada persoalan infrastruktur dasar yang belum memadai. Jalan yang layak bukan sekadar akses fisik, melainkan bukti nyata kehadiran negara.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya roda kendaraan yang terhambat, tetapi juga harapan masyarakat kecil yang perlahan tergerus oleh debu dan lubang jalan.
Warga berharap tahun 2026 menjadi momentum perubahan, agar pembangunan benar-benar menyentuh hingga ke tapal batas negeri.
