Ia menjelaskan, inovasi tersebut juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung implementasi program prioritas ketiga Pemerintah Kabupaten Malaka, yakni percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Melalui sistem yang terintegrasi, seluruh proses mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan berbasis data sehingga target pembangunan yang dicanangkan Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS dapat diwujudkan secara optimal meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menurut Lorens, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah jembatan yang berdiri, tetapi juga dari kualitas tata kelola yang mampu menjamin setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, SIJAMA Terintegrasi dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, mengintegrasikan seluruh data pembangunan, meningkatkan pengendalian proyek, mempermudah proses monitoring, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
