Dalam pelatihan, peserta dibimbing langsung mengenai mekanisme penginputan data melalui aplikasi EHDW yang disiapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Praktik dilakukan secara langsung agar peserta benar-benar memahami alur teknis dan mampu meminimalisir kesalahan input.
Camat Jimmy Makbalin menekankan, pemutakhiran data SDGs bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa maupun Rencana Pembangunan Kabupaten. Setiap data yang diinput akan digunakan sebagai rujukan untuk menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan tahun berikutnya.
> “Saya minta peserta mengikuti bimtek ini dengan serius. Jangan anggap enteng. Kalau data salah, rencana pembangunan pun ikut salah. Kita tidak boleh main-main dengan data,” ujar Jimmy.
Ia menambahkan bahwa keakuratan dan ketepatan waktu dalam penginputan data juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Bupati Malaka, Simon Nahak (SBS HMS), yang menekankan pembangunan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
