Menurutnya, OMK tidak hanya dituntut untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan gereja, tetapi juga harus mampu menjadi generasi yang kreatif, memiliki semangat pengabdian serta mampu menjawab berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Tujuan kegiatan ini adalah agar OMK semakin kreatif dan memiliki militansi yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Kami ingin OMK tidak hanya hadir dalam kegiatan gereja, tetapi juga memiliki daya kreasi, semangat, serta militansi iman yang kuat untuk melayani,” ujar Alvin Sila.
Dalam kegiatan pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan sejumlah materi penting, di antaranya mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi, serta pembinaan dasar iman Katolik.
Selain itu, para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai peran strategis OMK dalam menyebarkan nilai-nilai Injil melalui berbagai kegiatan sosial, karya pelayanan, serta pemanfaatan media sebagai sarana pewartaan.
Alvin menjelaskan bahwa pelantikan Badan Pengurus OMK periode 2026-2029 bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, tetapi menjadi awal bagi kaum muda untuk membangun organisasi yang lebih solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja maupun masyarakat.
