Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu solusi penting dalam menjaga kestabilan tanah sekaligus mencegah longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan merusak akses jalan desa.
“Program ini berkaitan dengan perubahan iklim dan menjadi salah satu upaya pencegahan longsor di wilayah-wilayah rawan. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa tetapi seluruh masyarakat,” ujar Marianus Manuni.
Ia mengatakan bahwa jenis pohon yang akan ditanam terdiri dari 200 anakan pohon kemiri dan 400 pohon mahoni. Pohon-pohon tersebut akan ditanam di beberapa titik rawan longsor di sekitar Desa Lotas.
“Sebanyak 600 anakan pohon sudah disiapkan, terdiri dari 200 pohon kemiri dan 400 pohon mahoni. Penanaman dilakukan di beberapa lokasi rawan longsor agar dapat membantu menjaga struktur tanah dan lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lotas, Maria Theresia Toli, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari empat dusun yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung kegiatan reboisasi tersebut.
