Lebih lanjut, Toni dan Rafael menegaskan bahwa tindakan yang mereka alami bukan hanya sekadar kekerasan biasa, tetapi telah memberikan dampak yang cukup mendalam terhadap kehidupan mereka sehari-hari.
Aktivitas yang sebelumnya berjalan normal kini menjadi terganggu akibat luka fisik serta beban mental yang harus mereka tanggung.
“Kejadian ini sangat merugikan kami baik secara fisik maupun mental,” lanjut mereka dalam pernyataan tersebut.
Selain kerugian secara pribadi, keduanya juga menilai bahwa peristiwa ini mencerminkan pentingnya keamanan di ruang publik, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarwilayah. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.
Sebagai korban, Toni dan Rafael menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum agar kasus yang mereka alami dapat ditangani secara serius dan profesional. Mereka secara khusus meminta perhatian dari Kapolsek Rinhat untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan transparan serta tidak memihak.
