Mereka meminta dilakukan normalisasi Kali Baukama, pembangunan tanggul penahan banjir, serta perbaikan sistem drainase agar mampu menampung debit air saat musim hujan.
Selain itu, warga juga berharap adanya bantuan darurat bagi para petani yang terdampak, baik dalam bentuk bibit, pupuk, maupun bantuan ekonomi guna meringankan beban akibat kerugian yang dialami.
“Kami tidak minta banyak, hanya ingin pemerintah hadir dan membantu kami. Kalau tidak ada solusi, setiap tahun kami pasti mengalami hal yang sama,” tutup warga tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan pentingnya penanganan serius terhadap potensi bencana banjir di wilayah pedesaan, khususnya yang berada di sekitar aliran sungai. Tanpa intervensi yang tepat dan berkelanjutan, kesejahteraan petani akan terus terancam setiap kali musim hujan datang.
Hingga berita ini diterbitkan, media Reformanews.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu terkait langkah penanganan atas peristiwa tersebut.
