“Seorang pemimpin tidak bisa berjalan sendiri. Organisasi hanya dapat bergerak jika ada kerja sama dan kepercayaan di antara kader,” jelasnya.
Laurensius juga menegaskan bahwa organisasi mahasiswa seperti PMKRI memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami persoalan sosial di tengah masyarakat. Dari proses tersebut, kesadaran akan tanggung jawab sosial akan tumbuh dalam diri setiap kader.
Ia berharap seluruh kader PMKRI dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan komitmen perjuangan dalam menjalankan roda organisasi.
“Pada akhirnya, amanah kepemimpinan adalah tanggung jawab perjuangan yang harus dijalankan dengan kesungguhan.
Kepemimpinan bukan tentang posisi, tetapi tentang komitmen menjaga nilai-nilai organisasi dan bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar,” tutupnya.
