Mantan Ketua FOSMAB Kupang Soroti Dugaan “Permainan Senyap” di Desa Loonuna: Hak Rakyat Diduga Disunat
BELU, RFC – Mantan Ketua Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB), Eduardus Wilfrid Leto, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Desa Loonuna yang dinilai tidak transparan dan diduga melakukan praktik yang merugikan masyarakat.
Dalam pernyataannya kepada Media Reformanews.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/03/2026), Eduardus Wilfrid Leto yang kerap disapa Aleto menilai ada “permainan senyap” yang terjadi di balik berbagai persoalan yang melanda Desa Loonuna, mulai dari bencana alam hingga pengelolaan pemerintahan desa.
Menurutnya, di tengah ancaman angin kencang, longsor, serta banjir dari Kali Molis yang kerap mengkhawatirkan warga, masyarakat justru harus menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius, yakni dugaan penyunatan hak-hak rakyat oleh oknum pemerintah desa.
“Cerita kebusukan pemerintah Desa Loonuna seakan tidak ada habisnya. Di balik ancaman bencana seperti angin kencang, longsor dan banjir Kali Molis yang mengancam warga, ternyata ada juga permainan senyap yang diduga dilakukan oleh oknum pemerintah desa dengan menyunat hak rakyat,” ungkap Aleto.
