Tokoh adat setempat menjelaskan bahwa ritual tersebut bertujuan memohon petunjuk kepada leluhur dan penjaga alam agar proses pencarian dapat berjalan lancar serta korban dapat segera ditemukan. Selama ritual berlangsung, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai demi menjaga kesakralan prosesi.
Penutupan sementara ini juga dimaksudkan untuk menghormati suasana duka keluarga korban sekaligus menghindari keramaian yang dapat mengganggu konsentrasi tim pencari di lapangan.
Warga berharap, melalui perpaduan antara upaya pencarian secara fisik dan doa secara adat, keberadaan Dito, pelajar SMP asal Fatukoan, Kecamatan Rinhat, dapat segera diketahui sehingga keluarga memperoleh kepastian dan dapat menutup duka yang mereka alami.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan kuatnya nilai adat di Kabupaten Malaka, di mana masyarakat masih memegang teguh tradisi leluhur dalam menghadapi peristiwa duka, serta menjadikan ritual adat sebagai bagian penting dari cara kolektif untuk mencari harapan, makna, dan penghiburan di tengah tragedi.
